PTC TERPECAYA

SentraClix

Sabtu, 15 Januari 2011

MENGATASI KESULITAN DALAM MEMBANTU ANAK-ANAK BELAJAR MEMBACA

          Kemampuan calistung adalah salah satu ketrampilan yang sangat dibutuhkan anak-anak dalam mengikuti pembelajaran di sekolah.Banyak sekali metode pembelajaran calistung yang bermunculan yang membantu para guru dan orang tua mengajarkan ketrampilan ini.
          Menggunakan metode saja sebenarnya belum cukup,karna anak-anak mempunyai kepandaian yang berbeda-beda dari segi kognitif,afektif dan psikomotorik,oleh karna itu guru dan orang tua harus memahami bagaimana belajar yang menyenangkan dan tidak membebani anak-anak.
          Banyak teori yang berbeda tentang kapan anak mulai bisa belajar calistung.Beberapa teori menyatakan tidak setuju pembelajaran calistung diajarkan pada anakusia dini.sebenarnya bukan pada usia berapa anak mulai diajarkan calistung tapi bagaimana mengubah cara belajar yang disesuaikan dengan gaya belajar yang di sesuaikan dengan usianya masing-masing sehingga terasa menyenangkan dan minat untuk belajar.
          Belajar membaca ,menulisdan berhitung tidak akan menjadi sesuatu yang menakutkan dan beban bagi anak usia dini.Persoalan terpenting adalah cara merekonstruksikan cara untuk mempelajarinya sehingga anak-anak menganggap kegiatan belajar mereka tak ubahnya seperti bermain dan bahkan memang berbentuk permainan.
         Bila guru dan orang tua memahami bagaimana belajar calistung itu bisa menjadi saat-saat yang paling menyenangkan bagi anak-anak,maka menciptakan suasana belajar calistung yang menyenangkan mudah sekali.

PENGENALAN KONSEP BERHITUNG

       Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang melibatkan panca indera anak.Sehingga melalui panca indera tersebut anakcepat mendapat ilmu pengetahuannya.Sebagai contoh anak yang belajar melalui mata ,anak melihat bahwa ada bunga berwarna merah,buah berwarna kuning dsb.Sedangkan melalui panca indera telinga anak akan mendapatkan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan bunyi.Misalnya bunyi seekor katak,seekor ayam,burung dll,melalui panca indera telinga anak akan dapat mengidentifikasi benda.Anak yang belajar melalui indera lidah akan mengetahui berbagai rasa seperti,manis,asam ,asin dll.Melalui indera hidung anak dapat belajar bau.ada bau wangi,ada bau menyengat,dll.sedangkan indra kulit anak akan merasa dingin,sejuk,panas dll.

      Sebelum anak bisa membaca dan menulis dan mengerti angka dan huruf,langkah pertama yang harus di kenalkan kepada anak-anak adalah pengenalan konsep,setelah melalui beberapa tahapan pengenalan konsep dan latihan motorik halus.kemudian anak-anak masuk ke dalam tahap transisi dari pengenalan konsep ke angka.Selanjutnya setelah anak mengerti konsep dan angka dapat5 di berikan latihan atau pengayaan berhitung.

TAHAPAN-TAHAPAN BERHITUNG
 1.Kartu Benda/Gambar

      Alat yang di perlukan:
       -Kancing/Biji-bijian?Kerikil dll
       -Kartu Gambar(untuk kartu gambar bisa membuat sendiri misalnya gambar buah,bintang dll cara nya
         yaitu gambar di susun ber urutan .Contoh :   *     * *         



    Pelaksanaan kegiatan


       -Siapkan semua peralatan yang di butuhkan
       -Siapakan kartu gambar
       -Pengajar meletakkan kartu gambar dan anak meletakkan kancing atau benda di samping kartu gambar
         sesuai denan jumlahnya.jika kartu gambar menunjukan satu maka anak meletakkan kancing satu  di
         sampingnya jika pengajar meletakkan kartu dua maka anak meletakkan kancing dua dst.
       -Lakukan berulang-ulang secara berurutan dari kartu satu sampai kartu ke sepuluh.bila anak sudah
         terampil dapat di ulang secara acak,misalnya di mulai dari kartu dua,kemudian kartu lima dst.
       -Jangan lupa cara menyusun kancing nya menggunakan konsep ganjil dan genap.


 2.Kartu Angka

    Alat yang di butuhkan:
     -Kancing/Biji-bijian/Kerikil dll
     -Kartu angka (kartu ini bisa di buat sendiri dengan menuliskan angka pada kertas tebal yang berwarna
      Contoh :     2      3      4      5

    Pelaksanaan kegiatan:

    -Siapkan semua peralatan yang di butuhkan
    -Pengajar meletakkan kartu angka dan anak meletakan kancing di samping angka sesuai jumlah angkanya.
      jika kartu menunjukan angka satu maka anak meletakkan kancing satu di sampingnya dst.
    -Lakukan berulang-ulang secara berurutan dari kartu satu sampai dengan kartu sepuluh.Bila anak sudah te-
      rampil dapat di ulang secara acak,misalnya dimulai dari kartu dua,kemudin kartu lima dst
    -Jangan lupa cara menyusun kansip untuk konsep ganjil dan genap.

3.Kartu Sensorik
  
   Alat yang di perlukan :
   -1 set kartu peraba dari angka satu sampai dengan angka sepuluh,kartu ini pada permukaannya angkanya
     memiliki permukaan kasar ,sehingga ketika di raba akan terasa di ujung jari.
   -Anak akan di ajarkan perabaan dan mengenal cara alur penulian.misalnya angka satu harus di raba dari
     atas ke bawah,angka tujuh dari kiri ke kanan kemudian turun miring.dst
   -Pertama ajarlah anak meraba angka dengan mata terpejam kemudian dengan mata ter buka .ulangi taha-
     pan ini beberapa kali.

4.Menulis di udara dan di tepung

   Alat yang di perlukan:
    -Tepung terigu
    -Nampan plastik

   Pelaksanaan Kegiatan:
   -Jika anak sudah mengerti cara alur menulis angka,misalnya kalau tujud dari kiri ke kanan kemudian turun
     miring ke bawah.maka tahap selanjutnya anak menulis angka tujuh di udara selanjutnya mencoba menulis
     angka-angka tersebut di  atas tepung terigu menggunakan jari telunjuk,mengapa di tepung terigu karena
     kalau salah mudah di hapus dan bisa di lakukan ber ulang-ulang.

5.Latihan menulis angka (pengayaan)
   dalam tahap pengayaan ini anak di latih menulis angka,misalnya menebalkan angka satu sampai dengan
   angka sepuluh .dan selanjutnya dapat menulis sendiri angka satu sampai dengan angka sepuluh.

Pengenalan Konsep Membaca

Jumat, 14 Januari 2011

PERSIAPAN-PERSIAPAN UNTUK MELATIH MOTORIK HALUS PADA ANAK

Untuk Melatih Motorik Halus Pada Anak Dapat di Lakukan Tahapan-Tahapan Sebagai Berikut:
1.Anak dari kecil atau bayi sehingga ketika anak akan dilatih menulis menggunakan sebuah pensil,maka biasanya
   anak tidak langsung bisa memegang pensil akan tetapi pensil tersebut akan di genggam.
2.Untuk membuat anak dari kebiasaan anak menggenggam menjadi memegang harus di latih jari-jari anak agar
   menjadi kuat dan lemas.Beberapa cara dapat di lakukan untuk melemaskan jari-jari anak adalah dengan per-
  mainan plastisin atau meremas-remas busa.Tujuan dari permainan ini untuk melatih motorik halus pada anak.
3.Banyak hal yang dapat dilakukan untuk melatih motorik halus anak seperti mendorong kursi ,menarik kursi
   dll.
4.Jika jari anak-anak sudah ukup kuat dan lemas,latilah anak-anak untuk memegang benda menggunakan
   lima jari,tiga jari dan dua jari

5.Berikan spidol yang besar untuk di pegang dan melakukan coret-coret agar motorik halus anak terlatih
6.Setelah mahir menggunakan spidol besar ,gunakan pensil untuk mengganti spidol di pasaran sekarang ini
   sudah banyak dijual ada posisi letak tangan,sehingga anak-anak mudah memegang pensil tersebut.contoh
   merek feber castell

Minggu, 09 Januari 2011

Paradigma Belajar Membaca Menulis dan Berhitung Bagi Anak Usia Dini

Taman Kanak-Kanak identik dengan tempat anak-anak memasuki usia sekolah /masuk SD.Sebenarnya kalau mengikuti pola kurikulum Diknas kurikulum untuk anak-anak TK Kurikulum untuk anak-anak bermain dan mengembangkan aspek-aspek kogniktif,afektif,psikomotorik,sosial dan agama.Akan tetapi karna perkembangan akhir-akhir banyak tuntutan sebelum anak-anak masuk ke sekolah dasar harus sudah bisa membaca dan berhitung maka nya mau tidak mau,senang tidak senang ini lah yang membuat paradigma baru bagi guru taman kanak-kanak untuk mengajarkan pelajaran membaca ,menulis dan berhitung ,padahal kalau mengikuti aturan kurikulum taman kanak-kanak hanyalah tempat bermain sambil belajar menggunakan alat-alat edukatif,dan hanya mengenalkan huruf-huruf dan angka

Teori psikologi perkembangan Jean Piaget selama ini telah menjadi rujukan utama kurikulum di Taman Kanak-Kanak dan bahkan pendidikan secara umum.

Pelajaran membaca,menulis dan berhitung dilarang d ajarkan pada anak-anak di bawah usia 7 tahun.Pieget beranggapan bahwa pada usia di bawah 7 tahun anak belum mencapai fase operasional konkret.Fase ini adalah fase dimana anak-anak di anggap sudah bisa berfikir secara terstruktur,sehingga tidak cocok di ajarkan kepada anak TK yang masih balita

Pieget khawatir anak-anak akan terbebani jika pelajaran calistung diajarkan pada anak-anak di bawah usia 7 tahun.Alih-alih ingin mencerdaskan anak,akhirnya anak -anak malah memiliki persepsi yang buruk tentang belajar setelah mereka beranjak dewasa.

Pesan yang di tangkap dari teori pieget seringkali berhenti pada larangan berhitung,namun tidak banyak orang memahaminya alasannya.Padahal perkembangan dalam pembelajaran di era reformasi ini sebenarnya sudah semakin jauh berubah.

Topik pelajaran bukanlah persoalan yang akan menghambat seseorang ,pada usia berapapun untuk mempelajarinya .Syaratnya hanyalah mengubah cara belajar,yang disesuaikan dengan kecendrungan gaya belajar dan usia masing-masing sehingga terasa menyenangkan dan membangkitkan minat untuk terus belajar.Belajar membaca menulis dan berhitung bahkan sains jangan dianggap tabu bagi anak-anak.Persoalan pentingnya adalah merekonstruksikannya cara untuk mempelajarinya sehingga anak-anak mengganggap kegiatan mereka tak ubahnya seperti permainan dan memang berbentuk sebuah permainan.

Merujuk pada temuan Howard Gardner tentang kecerdasan majemuk ,sesungguhnya pelajaran calistung hanyalah sebagian kecil pelajaran yang di peroleh anak-anak .cara memandang calistung semestinya juga sama dengan cara kita memandang pelajaran lain sepertimotorik dan kecerdasan bergaul ataupun musikal.

Tidak bisa kita saling menyalahkan mana yang benar mana yang salah,tetapi hendaklah kita mencari solusi bagaimana mengajarkan membaca,menulis dan berhitung bagi anak-anak usia taman kanak-kanak.Bagaimana kita bisa menyuguhkan atau mencari metode mengajar calistung bagi anak usia dini.sebelum kita membahas tentang metode apa sih,yang cocok untuk mengajarkan anak-anak belajar calistung kita kupas dulu apa sih pengertian membaca,menulis dan berhitung serta perbedaannya.

Membaca adalah mengucapkan huruf demi huruf yang disambung sehingga membentuk kata.Menulis adalah gerakan tangan membentuk huruf/angka.jadi perbedaan dari membaca dan menulis adalah kalau membaca ranah untuk melatih bahasa karna menggunakan ucapan sedangkan menulis adalah ranah untuk melatih psikomotorik halus.

Bagaimana sih kiat-kiat mengajarkan membaca,menulis dan berhitung bagi anak -anak apakah kita mengajarkan seperti halnya anak dewasa,wah..wah..wah kalau kita mengajarkan  seperti anak dewasa bisa berakibat fatal,anak-anak akan kehilangan gairah untuk belajar karna di anggap pelajaran itu sulit dan tidak menyenangkan.Sesungguhnya belajar calistung bisa membaur dengan kurikulum TK tanpa membuat anak-anak terbebani.

Adakalanya tidak diperlukan waktu atau momentum untuk khusus untuk mengajarkan calistung,kita bisa memasang poster-poster di dinding ruangan kelas huruf-huruf dengan warna yang menarik  dan mencolok sehingga menggugah rasa ingin tahu anak untuk membaca dan melihat.setiap satu atau dua minggu kita bisa ganti dengan gambar-gambar yang menggunakan kata-kata yang baru sehingga dalam waktu satu tahun anak -anak sudah mempunyai perpendaharaan kata yang banyak.

Demikian juga halnya dengan belajar berhitung,mengenalkan jumlah benda lebih penting dari pada menghafal angka,yang nanti anak-anak terlatih dengan sendirinya mengenal angka,dan hal ini sangat mudah di ajarkan kepada anak usia dini.Gambar berbagai benda berikut lambang bilangannya bisa kita tempel di dinding,guru bisa berkeliling sambil bernyanyi memperkenalkan angka dan bilangan.

Lewat kegiatan-kegiatan sederhana yang diulang setiap hari,semakin lama amnak-anak itu mengalami kemajuan pesat.mereka nantinya bisa membaca dan menulis dengan sendirinya tanpa ada beban pada usia dini.Kita dapat membuat alat-alat bermain untuk belajar membaca dengan menggunakan kertas karton untuk membuat kartu huruf  setiap huruf kita tulis diatas potongan-potongan karton yang telah kita potong dengan rapi.Demikian juga dengan angka -angka kita bikin kartu angka dan kita gambar beberapa benda lalu anak mencocokan jumlah benda dengan angka.

Maria Montessori dan Glenn Doman menjadi pelopor dalam pengembangan metode belajar membaca dan menghitung bagi anak-anak usia dini.Maria Montessori  adalah seorang dokter wanita pertama dari Italia,telah mempraktikan pembelajaran multiindrawi lewat kegiatan sehari-hari.Pengalaman itu di perolehnya setelah menangani anak-anak bermental terbelakang.Lewat kegiatan-kegiatan sederhana yang di ulang setiap hari ,sebagian besar anak-anak mengalami kemajuan pesat .Mereka bahkan bisa membaca dan menulis pada usia yang relatif muda,sekitar 4 dan 5 tahun tanpa harus terbebani.




elajar dari benda-benda yang akrab di sekeliling kita.Ia membuat alat belajar seperti perlengkapan bermain.Untuk mengajar anak-anak membaca,ia membuat berbagai macam kartu huruf dari papan kayu atau kertas tebal ,setiap huruf di cetak.


Mencari solusi bagaimana cara mengajarkan calistung kepada anak lebih bagus dari pada kita menyalahkan pelajaran calistung untuk anak usia dini.BUKAN PELAJARANNYA YANG HARUS DIPERSOALKAN ,TETAPI CARA MENYAJIKANNYA.